Sabtu, 06 November 2010
Kunjungan ke Redaksi Radar Surabaya dan Redaksi Jawa Pos
Pada dasarnya sistem kerja yang ada di redaksi radar Surabaya dan Jawapos sama. Yaitu, para reporter yang bertugas untuk mencari berita paling update pada hari itu yang dibatasi deadline jam 6 sore pada setiap harinya. Meraka merupakan prajurit atau ujung tombak di bagian redaksi. Tugas pokoknya adalah mencari berita lalu membuat atau menyusun menjadi sebuah berita. Yang kemudian harus diserahkan ke orang-orang yang ada di redaksi pada hari itu juga. Didalam redaksi dipimpin oleh pemimpin redaksi atau pimred,wakil pimred, dan redaktur pelaksana. Meraka mengarahkan ke semua staf redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional dan mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya berita yang akan dimuat harus sesuai dengan visi dan misi yang sudah disepakati. Apabila ada kesalahan, baik itu dari tata letak atau lay outnya atau sampai turun ke bawah sampai ke reporter jika ketahuan pada hari itu dan masih bisa di perbaiki maka tidak jadi masalah, yang jadi masalah adalah ketika kesalahan itu tidak kelihatan seperti struktur kalimat atau kata yang salah pada hari itu dan koran itu sudah terbit dan beredar, maka akan di kenakan sanksi, berupa pemotongan gaji tunjangan profesi.Dibawah PimRed ada yang namanya redaktur pelaksana, yang tugasnya memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor. Sifatnya lebih ke teknisnya. Jadi, setelah reporter mendapatkan dan menyusun berita yang didapatkannya kemudian diserahkan ke editor berita bagian korektor naskah berita. Bagian ini bertugas mengoreksi (membetulkan) kesalahan ketik pada naskah sebelum berita itu naik ke bagian editor lay out. Tugas editor lay out adalah mengatur tata letak naskah berita sedemikan rupa hingga kelihatan baik dan menarik untuk dibaca. Jika ada iklan di halaman itu, mulai dari desain hingga lay out iklan sudah di atur oleh divisi iklan sendiri. Dan editor lay out berita hanya mengatur naskah beritanya saja, tinggal menyesuaikan kolom yang kosong. Tugas utama orang-orang redaktur adalah melakukan editing atau penyuntingan, yaitu aktifitas perbaikan dan penyelesaian naskah yang akan dimuat. Diinternal redaksi, mereka disebut redaktur desk (desk editor), redaktur bidang, atau redaktur halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubik yang di tangani dan editannya. Setiap pagi untuk di Radar Surabaya melakukan breefing untuk menentukan dan membagi job disk masing-masing orang. Wartwan tidak diperbolehkan merekayasa foto atau informasi jika tidak ingin kena sanksi undan-undang. Dan di Jawapos dan Radar Surabaya, satu halaman atau satu rubrik di tangani atau di handle oleh beberapa orang bagian redaktur, mulai dari korektor naskah, editor fotografi atau gambar, dan editor lay out. Berita yang diterima oleh editor bagian korektor naskah di anggap baik dan layak untuk di muat maka dilempar ke editor lay out sebagai eksekusi terakhir sebelum cetak. Jawapos dan Radar Surabaya menggunakan satelit sebagai transfer data yang menghubungkan antar redaktur dalam, para redaktur yang berada di daerah, hingga percetakan yang ada disetiap daerahnya. Jawa Pos grup memiliki perusahaan bahan baku pembuat kertas yang yang menyebabkan ukuran kertas koran harian Jawapos dan grupnya sedikit mungil dari koran-koran yang lain. Dan warna kertas agak cerah dari pada warna kertas koran lainnya. Dan lebih pentingnya yang menjadikan ciri khas koran Jawapos grup yaitu dengan unsur warna atau garis berwarna biru pada setiap halamannya. Para redaktur juga tidak bisa bekerja seenaknya sendiri, Mereka juga dibatasi dengan deadline yang ketat pada setiap harinya. Jam 11 malam redaktur bagian lay out sudah harus mengirimkan hasil kerja timnya ke bagian cetak lewat satelit dan bagian percetakaan juga sudah harus menyelesaikan tugasnya maksimal jam dua dini hari yang kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian di setiap daerah yang terjangkau.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar